Kok bisa kopi bikin ketagihan?

Apakah kita benar-benar memerlukan banyak minum kopi tergantung pada tiap-tiap orang dan juga apakah orang itu harus meminum kopi sehari-harinya. Hal itu tidak tergantung apakah kita sudah lama mengonsumsi kopi atau karena kita sudah terbiasa meminum kopi, melainkan terletak pada gen kita sendiri. Oleh karena itu ada yang pada pagi harinya tanpa kopi tanpa power, terkadang ada yang perlu kopi sampai dua cangkir, dan ada juga yang perlu espresso setelah makan siang atau capuccino pada sohre hari. Para ahli ilmu pengetahuan kesehatan di Harvard telah meneliti gen-gen dari 47000 orang-orang yang biasa meminum kopi secara teratur setiap hari. Hasilnya yaitu seberapa cepat kofein yg dicerna ditetapkan dalam gen kita yaitu yang terletak pada dua titik DNS kita. Jika tubuh kita sangat cepat mencerna zat kofein tersebut maka semakin cepat pula pengaruh kofein tersebut hilang, dan akhirnya memerlukan secangkir kopi berikutnya. Selain pengaruh merangsang (melek/bersemangat) yang ditimbulkannya, ada juga pengaruh-pengaruh lainnya yg ditimbulkan kofein di dalam tubuh, yaitu: memperbaiki suasana mood, mengakibatkan susah buang air besar dan meninggikan tekanan darah. Oleh sebab itu dapat dimengerti kalau kebiasaan minum kopi, teh merah/hitam dan coke tiba-tiba ditarik dari kebanyakan para pecandunya menjadi pengalaman yang sangat tidak mengenakkan.

 

 

   
Home